ARTI KEHIDUPAN
Apakah arti kehidupan? Saya
sebenarnya pun tidak tahu. Namun, kita manusia seringkali melihat kehidupan
dari sudut yang sempit, melihat apa yang ada di depan mata, melihat hanya satu
potongan puzzle dari serangkaian keutuhannya. Pernah kah anda berpikir untuk
bertanya arti kehidupan kepada sang Pemberi hidup? Jika anda percaya, anda di
ciptakan oleh Allah, itu berarti anda percaya telah dipilih olehNya sejak masih
“benih” dan pilihan Allah atas hidup anda bukanlah pilihan tanpa arti.
Ketika anda berasal dari Allah
maka anda kembali ke Allah. Anda berasal dari suatu tempat dan kelak akan
kembali ke suatu tempat. Ya, sebelum anda kembali ke Rumah anda, anda mampir ke
Bumi. Lalu siapakah kita di bumi, kalau kita melihat secara luas dari sudut kehadiran
kita disini?
Ada seorang pengembara tiba di
sebuah negeri di Timur Tengah. Orang ini mendengar ada seorang bijaksana di
negeri itu, dan ingin menemuinya. Pria bijaksana itu di kenal saleh, dan baik
hati sehingga sangat dikasihi banyak orang. Untuk itu tidak sulit menemukan
pria bijaksana itu. Ketika pengembara itu bertanya dimana rumahnya, setiap
orang yang di temuinya langsung menunjuk ke arah ujung perkampungan dimana
berdiri sebuah gubuk reyot.
Ketika ia mengetuk pintu gubuk
itu, muncul seorang pria tua yang mempersilahkan ia masuk. Pengembara itu
sangat terkejut mendapati bahwa pria bijaksana itu tinggal di gubuk reyot yang
isi rumahnya hanya sebuah meja, sebuah kursi, satu kompor dan alat memasak
saja.
Karena merasa tidak nyaman,
pengembara itu bertanya, “Dimana perabot rumah Anda?”
Orangtua tadi balik bertanya
dengan lembut, “Mana milik Anda?”
“Tentu saja di rumah saya. Kan
saya sedang merantau, tidak mungkin saya membawa perabotan saya,” jawab
pengembara itu.
“Saya juga,” jawab orangtua yang bijak
itu. “Saya kan sedang merantau di dunia ini.”
Perumpamaan di atas menjelaskan
kita adalah seorang perantau di Bumi, maka hendaklah kita hidup sebagai
perantau. Rumah kita adalah di sorga, dimana Allah telah menyiapkannya harta
yang luar biasa bagi kita.
Perlu kita mengingat kembali arti
kehidupan secara luas bukan hanya perkara hidup mengumpulkan harta di dunia atau pun perkara hidup lainnya,
tetapi tujuan kehidupan yang Allah berikan kepada kita untuk kembali ke rumah
dan berkumpul bersama Bapa.
1 Petrus 2:11
Saudara-saudaraku yang terkasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai
pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging
yang berjuang melawan jiwa.
No comments:
Post a Comment