Sunday, December 7, 2014

Start with Meaning of Life


ARTI KEHIDUPAN


Apakah arti kehidupan? Saya sebenarnya pun tidak tahu. Namun, kita manusia seringkali melihat kehidupan dari sudut yang sempit, melihat apa yang ada di depan mata, melihat hanya satu potongan puzzle dari serangkaian keutuhannya. Pernah kah anda berpikir untuk bertanya arti kehidupan kepada sang Pemberi hidup? Jika anda percaya, anda di ciptakan oleh Allah, itu berarti anda percaya telah dipilih olehNya sejak masih “benih” dan pilihan Allah atas hidup anda bukanlah pilihan tanpa arti. 


Ketika anda berasal dari Allah maka anda kembali ke Allah. Anda berasal dari suatu tempat dan kelak akan kembali ke suatu tempat. Ya, sebelum anda kembali ke Rumah anda, anda mampir ke Bumi. Lalu siapakah kita di bumi, kalau kita melihat secara luas dari sudut kehadiran kita disini? 


Ada seorang pengembara tiba di sebuah negeri di Timur Tengah. Orang ini mendengar ada seorang bijaksana di negeri itu, dan ingin menemuinya. Pria bijaksana itu di kenal saleh, dan baik hati sehingga sangat dikasihi banyak orang. Untuk itu tidak sulit menemukan pria bijaksana itu. Ketika pengembara itu bertanya dimana rumahnya, setiap orang yang di temuinya langsung menunjuk ke arah ujung perkampungan dimana berdiri sebuah gubuk reyot.


Ketika ia mengetuk pintu gubuk itu, muncul seorang pria tua yang mempersilahkan ia masuk. Pengembara itu sangat terkejut mendapati bahwa pria bijaksana itu tinggal di gubuk reyot yang isi rumahnya hanya sebuah meja, sebuah kursi, satu kompor dan alat memasak saja.


Karena merasa tidak nyaman, pengembara itu bertanya, “Dimana perabot rumah Anda?”


Orangtua tadi balik bertanya dengan lembut, “Mana milik Anda?”


“Tentu saja di rumah saya. Kan saya sedang merantau, tidak mungkin saya membawa perabotan saya,” jawab pengembara itu.


“Saya juga,” jawab orangtua yang bijak itu. “Saya kan sedang merantau di dunia ini.”


Perumpamaan di atas menjelaskan kita adalah seorang perantau di Bumi, maka hendaklah kita hidup sebagai perantau. Rumah kita adalah di sorga, dimana Allah telah menyiapkannya harta yang luar biasa bagi kita.

Perlu kita mengingat kembali arti kehidupan secara luas bukan hanya perkara hidup mengumpulkan harta di dunia atau pun perkara hidup lainnya, tetapi tujuan kehidupan yang Allah berikan kepada kita untuk kembali ke rumah dan berkumpul bersama Bapa.


1 Petrus 2:11

Saudara-saudaraku yang terkasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.

No comments:

Post a Comment