Saturday, December 20, 2014

Berpaling & Diselamatkan


Charles Haddon Spurgeon dari London, mungkin adalah pengkhotbah terbesar abad ke-19, mungkin akan tetap tinggal dalam kegelapan dan keputusasaan jika ia tidak terjebak badai salju dalam perjalanan ke gereja. Ia tidak bisa lagi berjalan lebih jauh menuju gerejanya. Lalu ia berpaling ke halaman sempit kapel Metodis. Hanya ada 15 orang dalam kapel itu. Oleh karena cuaca buruk, pendeta pun tidak bisa hadir disana. Seorang awam yang rendah hati, yang tidak berpendidikan, mulai berkhotbah.


Sebagai ayat inti khotbahnya ia menggunakan Yesaya 45:22: “Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi.”  Walaupun ia tidak mengucapkan semua kata-kata itu dengan benar, ia berbicara dengan penuh keyakinan. Ia membuka pembicaraannya dengan mengatakan, “ Sahabat-sahabatku yang kekasih, ini adalah ayat yang paling sederhana. Ayat ini mengatakan, “Berpalinglah”. Berpaling tidak menimbulkan rasa sakit. Tidak perlu mengangkat kaki atau jari, hanya ‘Berpaling.’ Orang tidak perlu pergi ke perguruan tinggi untuk mempelajari bagaimana berpaling. Mungkin anda adalah seorang yang paling bodoh, namun anda masih bisa’berpaling’. Seseorang tidak perlu berumur seribu tahun supaya tahu’berpaling’. Setiap orang bisa berpaling; anak-anakpun tahu berpaling”.


Lalu orang itu melanjutkan ayatnya dengan mengatakan, “Yesus berkata, berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah; Aku berkeringat darah. Berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah, aku tergantung di kayu salib. Berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah, aku mati dan dikuburkan;  Aku bangkit kembali.  Berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah, Aku naik ke Surga. Berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah, Aku duduk di sebelah kanan Bapa. Hai orang berdosa yang malang, berpalinglah dan lihatlah kepada-Ku! Berpalinglah dan lihatlah kepada-Ku! 


Sesudah 10 menit tidak ada lagi yang akan dikatakannya. Tetapi ia  melihat Spurgeon duduk di sebelah belakang, dan sementara memandang kepadanya, ia berteriak dengan pola Metodis yang primitive, “Orang muda, engkau kelihatan sedih….. Berpalinglah dan pandanglah Yesus Kristus! Pandanglah! Pandanglah!

Beberapa lama kemudian Spurgeon berkata: “Oh saya berpaling dan memandang! Awan lenyap bilamana saya berpaling dari diriku kepada Juruselamatku. Ada kehidupan dalam memandang pada Dia yang disalibkan. Lalu berpalinglah, pandanglah, hai orang berdosa, berpalinglah kepada-Nya dan diselamatkan. Kepada Dia yang dipakukan ke kayu salib.”-DRG

 

Yesaya 45: 22

Berpalinglah  kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. 




Sumber: Buku Kabar Baik Yang Abadi (HMS Richard Jr & Daniel R Guild)

No comments:

Post a Comment