Tuesday, December 23, 2014

Berserah bukan menyerah

Segala sesuatu Tuhan yang punya dan segala sesuatu terjadi hanya dengan seijinNya. Percayakah anda akan hal ini? Banyak orang percaya tetapi mereka tidak atau belum bisa berserserah kepada Tuhan. Berserah bukanlah Menyerah. Yang Tuhan kehendaki adalah Berserah, bukan Menyerah. Kalau anda berserah Tuhan berkarya dan anda akan lihat sesuatu yang besar sedang terjadi karena Turut Campur Tangan Tuhan

Saya mengenal seorang wanita yang berdoa dan percaya untuk suaminya bisa datang ke gereja bersamanya. Hal ini berlangsung dari tahun ke tahun, dia sangat bertekad dan bersemangat. Dia melakukan segalanya yang dia bisa. Dia meletakkan ayat firman Tuhan di seluruh rumahnya. Dia akan meninggalkan Alkitabnya terbuka berharap suaminya bisa tertarik untuk membacanya.

Dia selalu mendorong suaminya untuk datang. Terlepas dari semua yang sudah dilakukan wanita ini, suaminya tetap tidak bergeming.

Setelah satu tahun atau lebih, hal ini mulai membuat wanita ini frustasi. Hal ini mulai membuat dia putus asa. Dia kehilangan sukacitanya. Dia tidak memiliki antusiasme seperti dulu. Dia berdoa bulan demi bulan dengan penuh putus asa dan kecewa mengatakan, “Joel, saya tidak tahu apa lagi yang bisa saya lakukan.”

Suatu hari saya mengatakan padanya bahwa hal terbaik yang bisa dia lakukan adalah melepaskan seluruh masalahnya, dan menyerahkannya kepada Tuhan. Saya berkata, “Anda sudah melakukan semua yang dapat Anda lakukan, Anda telah berdoa… Anda sudah percaya. Sekarang letakkan semua di atas mezbah. Ambil sikap ini, Jika dia tidak pernah akan datang ke gereja pun, Tuhan, saya masih akan bahagia. Jika dia tidak pernah berubah, Tuhan, saya masih akan mempercayai Engkau sepenuhnya.."

Mungkin saat ini Anda memiliki beberapa hal yang perlu Anda serahkan kepada Tuhan. Apakah ada orang-orang yang membuat Anda frustasi karena mereka tidak berubah? Cukup berkata, “Tuhan, saya sudah melakukan semua yang bisa saya lakukan. Saya tidak akan menjalani hidup saya dengan marah lagi, saya tahu hanya Tuhan yang dapat mengubah orang, jadi saya akan kembali ke tempat perdamaian. Dan Tuhan, jika ini tidak pernah berhasil, saya meletakkannya di atas mezbah. Saya serahkan kepada-Mu.”

Ada kebebasan ketika Anda menyerahkannya. Saya tidak mengatakan untuk melepaskan impian Anda dan menyerah pada janji-janji Anda. Tidak, lepaskan frustrasi. Lepaskan kekhawatiran dan kembali ke tempat perdamaian mengetahui bahwa Tuhan memegang kendali penuh. Itulah yang wanita ini lakukan. 

Dia menyerahkannya pada Tuhan, dan dia menjadi orang yang berbeda. Saya melihat dia minggu demi minggu dengan senyum lebar di wajahnya. Dia tidak marah atau frustasi lagi. Dia menikmati hidupnya dan mempercayai Allah. Lalu sekitar dua tahun kemudian pada pagi hari Minggu itu, tiba-tiba, suaminya berkata, “Aku ingin pergi ke gereja dengan kamu hari ini.”

Wanita ini hampir pingsan! Ini benar-benar gagasan dari suaminya sendiri.
Dia datang pada hari Minggu itu, dan mereka telah datang bersama-sama sejak saat itu. Itu sudah lebih dari empat tahun yang lalu, dan sekarang mereka berdua hampir tidak pernah melewatkan setiap ibadah gereja. 

Teman, ketika Anda melepaskan, hal itu memungkinkan Tuhan untuk bekerja dengan cara yang ajaib dan menakjubkan.
Saya suka apa yang Daud katakan dalam Mazmur 31, “Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku..” (BIS)

Ini memberitahu bahwa kita tidak harus frustasi untuk membuat sesuatu terjadi. Kita tidak perlu khawatir bahwa mimpi yang Tuhan berikan tidak akan bisa terjadi. Kita dapat tinggal dalam damai mengetahui bahwa masa depan kita berada di dalam genggaman tangan kasihNya.


source: http://www.ceritakristen.org/berserah-bukan-meyerah

Related with this song..

Pertolongan Yang Ajaib oleh Jonathan Prawira

Verse

Tiada sekali pun
Tuhan meninggalkan
Ku berjuang sendiri
Di dalam hidupku

Tiada sesaat pun
Engkau membiarkan
Ada yang menghalangi rencanaMu atasku

Chorus

Kaulah Tuhan yang berkuasa
Tunjukkan jalan atas setiap perkaraku
Dan ku hidup bukan kar’na melihat namun percaya
Ada pertolongan yang ajaib bagiku selalu

Ending

Ada pertolongan yang ajaib bagiku selalu
Yang ajaib.. bagiku selalu

 

Holiday Hugs!


Holiday is coming. Banyak kantor sudah mulai sepi pegawai dan pusat perbelanjaan sangat ramai pengunjung. Well, di sela-sela jam kantor yang kosong nan tenang nan dingin, I am writing my itinerary for Hug New Year in Manado and this is it…

HUG NEW YEAR 2015 IN MANADO

PESERTA              : 5 PAX
          A**P WELLING
          F******A HUTABARAT
          J***Y LIMBONG
          J*****A SUWITO
          P****A SIMATUPANG

JADWAL               : 30 DESEMBER 2014 – 02 JANUARI 2015

AIRLINES             : BPN-MDC         GARUDA IND     17.00-18.40
                              MDC-BPN          LION AIR          15.40-17.35

ITINERARY
DAY 1: 30 DES 2014
15.30                     Berkumpul di bandara Sepinggan Airport (DON’T BE LATE)
19.00                     Tiba di Samrat Airport
19.00 – 20.00          Kuliner malam di manado/diperjalanan
20.00 – 21.30          Perjalanan Manado-Tondano
22.00                     Bobok -bobok

DAY 2: 31 DES 2014
06.00 – 07.00        Bangun, berdoa, Mandi , Sarapan, Siap-siap.
07.00 -   09.00       Danau Tondano/Danau Linouw
09.00 – 12.00        Bukit Doa Tomohon & wisata air terjun Pinaras atau Air terjun kali Tapahan telu (optional)
12.00 – 13.00        Makan siang
13.00 – 15.00        Bukit Kasih Kawangkoan
15.00 – 16.00        Otw manado & Check In di Boulevard Inn (semoga tidak macet)
17.00 – 18.00        Istirahat/kumpulkan tenaga
18.00 – 19.00        Dandan cantik
19.00 – 20.00        Makan malam
20.00 – selesai     Counting for New Year 2015

DAY 3: 1 JAN 2015
WISATA LAUT ARRANGED BY P******A V****I

DAY 4 : 2 JAN 2015
08.00 – 09.00      Bangun & Sarapan
09.00 – 10.00      Siap-siap Check out
11.00 – 14.00      Beli oleh-oleh & Makan Siang
14.00                 Tiba di samrat dan sayonara

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN:
1.       Safety First, bawa obat-obatan yang diperlukan
2.       Bawa sunblock
3.       Dilarang bad mood & bertengkar :D
4.       Bawa baju & aksesoris yang cetar, kita bakal pemotretan abis”an
5.       Bawa perlengkapan tongsis, kamera, dll
6.       Kalau ada boots/bulu-bulu, bisa dibawa
7.       Di Tondano dingin, bawa baju hangat/kaos kaki bersih/yang hangat-hangat
8.       Pemandian air panas belum aku masukin, ada di Ranopaso Tondano. Optional saja kalau sempat karena bagusnya pagi-pagi, terus takut bekutu mandi di tempat umum >.<
9.       Tambah/kurang silahkan dikomeng

     Then I'm shared it to all of my friends. Hope this trip its going well and blessed
     Happy Holiday!

 
 


Saturday, December 20, 2014

Berpaling & Diselamatkan


Charles Haddon Spurgeon dari London, mungkin adalah pengkhotbah terbesar abad ke-19, mungkin akan tetap tinggal dalam kegelapan dan keputusasaan jika ia tidak terjebak badai salju dalam perjalanan ke gereja. Ia tidak bisa lagi berjalan lebih jauh menuju gerejanya. Lalu ia berpaling ke halaman sempit kapel Metodis. Hanya ada 15 orang dalam kapel itu. Oleh karena cuaca buruk, pendeta pun tidak bisa hadir disana. Seorang awam yang rendah hati, yang tidak berpendidikan, mulai berkhotbah.


Sebagai ayat inti khotbahnya ia menggunakan Yesaya 45:22: “Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi.”  Walaupun ia tidak mengucapkan semua kata-kata itu dengan benar, ia berbicara dengan penuh keyakinan. Ia membuka pembicaraannya dengan mengatakan, “ Sahabat-sahabatku yang kekasih, ini adalah ayat yang paling sederhana. Ayat ini mengatakan, “Berpalinglah”. Berpaling tidak menimbulkan rasa sakit. Tidak perlu mengangkat kaki atau jari, hanya ‘Berpaling.’ Orang tidak perlu pergi ke perguruan tinggi untuk mempelajari bagaimana berpaling. Mungkin anda adalah seorang yang paling bodoh, namun anda masih bisa’berpaling’. Seseorang tidak perlu berumur seribu tahun supaya tahu’berpaling’. Setiap orang bisa berpaling; anak-anakpun tahu berpaling”.


Lalu orang itu melanjutkan ayatnya dengan mengatakan, “Yesus berkata, berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah; Aku berkeringat darah. Berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah, aku tergantung di kayu salib. Berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah, aku mati dan dikuburkan;  Aku bangkit kembali.  Berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah, Aku naik ke Surga. Berpalinglah kepada-Ku dan lihatlah, Aku duduk di sebelah kanan Bapa. Hai orang berdosa yang malang, berpalinglah dan lihatlah kepada-Ku! Berpalinglah dan lihatlah kepada-Ku! 


Sesudah 10 menit tidak ada lagi yang akan dikatakannya. Tetapi ia  melihat Spurgeon duduk di sebelah belakang, dan sementara memandang kepadanya, ia berteriak dengan pola Metodis yang primitive, “Orang muda, engkau kelihatan sedih….. Berpalinglah dan pandanglah Yesus Kristus! Pandanglah! Pandanglah!

Beberapa lama kemudian Spurgeon berkata: “Oh saya berpaling dan memandang! Awan lenyap bilamana saya berpaling dari diriku kepada Juruselamatku. Ada kehidupan dalam memandang pada Dia yang disalibkan. Lalu berpalinglah, pandanglah, hai orang berdosa, berpalinglah kepada-Nya dan diselamatkan. Kepada Dia yang dipakukan ke kayu salib.”-DRG

 

Yesaya 45: 22

Berpalinglah  kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. 




Sumber: Buku Kabar Baik Yang Abadi (HMS Richard Jr & Daniel R Guild)

TIRED & RESTED


    Suatu hari, saya terduduk lelah di lantai kamar. Capek sekali setelah bekerja seharian dan memikirkan banyak hal. Ditambah lagi, saya berencana pergi berlibur saat itu (bahkan untuk berlibur pun saya lelah) dan sedang menyusun rencana perjalanan dengan segala keperluannya! Dan tentu saja, saya tipikal perempuan yang memikirkan sampai ke detailnya.  Well, ketika saya duduk terdiam saya bergumam dalam hati “lelahnya Tuhan, saya tidak ingin memikirkan apa-apa sejenak, ingin rasanya duduk diam di dekatmu dan merasakan ketenangan bersama-Mu” dan pikiran ini lah yang terlintas…

     Sering kita merasa terlalu lelah untuk mendekat kepada Tuhan. Terlalu lelah untuk membaca Firman-Nya.  Terlalu lelah untuk berdoa. Padahal, ketika datang kepada-Nya justru kita mencari sumber ketenangan kita, melepaskan kelelahan kita, melepaskan diri dari segala pikiran - pikiran dan urusan duniawi yang terus merongrong. Kita butuh perhentian bersama Allah Sang Pencipta dan merasakan kedamaian-Nya. Dengan terus menolak untuk mendekat dan merasakan kasih Allah, justru kita akan semakin lelah dengan urusan-urusan sehari-hari yang kita hadapi. Karena urusan kitalah yang membuat kita lelah. Oleh sebab itu, marilah kita sediakan waktu perhentian untuk-Nya, untuk di tenangkan, disegarkan dan dipulihkan. Karena setiap ciptaan pasti membutuhkan Penciptanya. Dan ternyata, Pencipta kita sudah mengajarkan beristirahat dan berhenti sejak awal penciptaan.


Kejadian 2:2

 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. 

Tuesday, December 9, 2014

In Whose Hands

DALAM TANGAN SIAPA?

Bola basket dalam tanganku berharga $19.
Bola basket dalam tangan Michael Jordan berharga $33 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

  
Baseball dalam tanganku berharga $6.
Baseball dalam tangan Mark McGuire berharga $19 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Raket tenis tak ada gunanya dalam tanganku.
Raket tenis dalam tangan Venus Williams menghasilkan kemenangan dalam kejuaraan dunia.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Tongkat dalam tanganku menghalau binatang buas.
Tongkat dalam tangan Musa membelah lautan luas.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Ketapel dalam tanganku merupakan mainan anak-anak.
Ketapel dalam tangan Daud merupakan senjata dahsyat.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Lima roti dan dua ikan dalam tanganku menjadi beberapa potong roti isi.
Lima roti dan dua ikan dalam tangan Yesus memberi makan ribuan orang.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Paku-paku dalam tanganku menghasilkan sangkar burung.
Paku-paku dalam tangan Yesus Kristus menghasilkan keselamatan bagi segenap umat manusia. 

Tergantung ada dalam tangan siapa. 

As you see now it depends whose hands it's in.
So we can put our concerns, our worries, our fears, our hopes, our dreams, our families, and our relationships in God's hands because --


It depends whose hands they're in.


Mazmur 55:23 

Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN , maka Ia akan memelihara engkau!  Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.


Sunday, December 7, 2014

Start with Meaning of Life


ARTI KEHIDUPAN


Apakah arti kehidupan? Saya sebenarnya pun tidak tahu. Namun, kita manusia seringkali melihat kehidupan dari sudut yang sempit, melihat apa yang ada di depan mata, melihat hanya satu potongan puzzle dari serangkaian keutuhannya. Pernah kah anda berpikir untuk bertanya arti kehidupan kepada sang Pemberi hidup? Jika anda percaya, anda di ciptakan oleh Allah, itu berarti anda percaya telah dipilih olehNya sejak masih “benih” dan pilihan Allah atas hidup anda bukanlah pilihan tanpa arti. 


Ketika anda berasal dari Allah maka anda kembali ke Allah. Anda berasal dari suatu tempat dan kelak akan kembali ke suatu tempat. Ya, sebelum anda kembali ke Rumah anda, anda mampir ke Bumi. Lalu siapakah kita di bumi, kalau kita melihat secara luas dari sudut kehadiran kita disini? 


Ada seorang pengembara tiba di sebuah negeri di Timur Tengah. Orang ini mendengar ada seorang bijaksana di negeri itu, dan ingin menemuinya. Pria bijaksana itu di kenal saleh, dan baik hati sehingga sangat dikasihi banyak orang. Untuk itu tidak sulit menemukan pria bijaksana itu. Ketika pengembara itu bertanya dimana rumahnya, setiap orang yang di temuinya langsung menunjuk ke arah ujung perkampungan dimana berdiri sebuah gubuk reyot.


Ketika ia mengetuk pintu gubuk itu, muncul seorang pria tua yang mempersilahkan ia masuk. Pengembara itu sangat terkejut mendapati bahwa pria bijaksana itu tinggal di gubuk reyot yang isi rumahnya hanya sebuah meja, sebuah kursi, satu kompor dan alat memasak saja.


Karena merasa tidak nyaman, pengembara itu bertanya, “Dimana perabot rumah Anda?”


Orangtua tadi balik bertanya dengan lembut, “Mana milik Anda?”


“Tentu saja di rumah saya. Kan saya sedang merantau, tidak mungkin saya membawa perabotan saya,” jawab pengembara itu.


“Saya juga,” jawab orangtua yang bijak itu. “Saya kan sedang merantau di dunia ini.”


Perumpamaan di atas menjelaskan kita adalah seorang perantau di Bumi, maka hendaklah kita hidup sebagai perantau. Rumah kita adalah di sorga, dimana Allah telah menyiapkannya harta yang luar biasa bagi kita.

Perlu kita mengingat kembali arti kehidupan secara luas bukan hanya perkara hidup mengumpulkan harta di dunia atau pun perkara hidup lainnya, tetapi tujuan kehidupan yang Allah berikan kepada kita untuk kembali ke rumah dan berkumpul bersama Bapa.


1 Petrus 2:11

Saudara-saudaraku yang terkasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.